Konsep Dasar Statistik dan Probabilitas
a. Definisi Statiska
Secara umum statiska adalah penalaran induktif walaupun dalam beberapa hal ada juga yang menggunakan penalaran deduktif. Ada yang beranggapan bahwa statistika merupakan bagian dari ilmu matematika yang membahas rumus untuk mengumpulkan, menggambarkan atau menyajikan, menganalisis, dan mengiterpretasikan data kuantitatif (Webster Collegiate Distionary). Statistikawan murni, mereka tidak mengakui bahwa statiska sebagai dari bagian matematika.
Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu.
Contoh :
Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.
Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunanya. Statiska menurut dibagi dua bagian menurut tingkat pekerjaan yang dapat dilakukan denagan metode yang telah disediakan oleh setiap bagian itu. Bagian Itu adalah statiska deskriptif dan statiska induktif.
Statiska deskriptif merupakan metode-metode yang berkaitan pengumpuan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna.
Statiska induktif merupakan mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai kesuruhan.
Contohnya :
Misal keadaan cuarah hujan di malang telah dicatat selama kurun waktu 30 tahun terakhir. Sembarang nilai yang menjelaskan data tersebut, misalnya saja curah hujan bulan februari selama 30 tahun terakhir,adalah 4,6 cm, maka ini disebut statistika deskriptif. Tetaoi jika dikatakan data tersebut adalah pada bulan februari tahun depan diharapkan 4,5 cm dan 4,7 cm, maka ini disebut statistika induktif.
b. Definisi probabilitas
Probabilitas sering diterjemahkan dalam kata peluang. Probabilitas adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa tertentu. Teori probabilitas sangat lu s penggunaannya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kalangan ilmuan. Sering kita mendengar perkataan mungkin dia sakit; kemungkinan besar hari akan hujan; mungkin saya bisa mendapat nilai A dalam pelajaran Statiska, dan sebagainya. Perkataan-perkataan kemungkinan tersebut di dalam teori probabilitas diterjemahkan menjadi angka-angka sehingga untuk selanjutnya dapat diolah dengan menggunakan Matematika. Teori probbabilitas ini sering digunakan oleh para pengambil keputusan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya atau apa yang harus dipilih. Definisi probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif dan pendekatan subjektif.
1. Pendekatan Klasik
Menurut pendekatan klasik, probabilitas diartikan sebagai hasil banyaknya peristiwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin
2. Pendekatan Frekuensi Relatif
Menurut pendekatan frekuensi relatif, probabilitas dapat diartikan sebagai berikut:
a. Proporsi waktu terjadinya suatu peristiwa dalam jangka panjang, jika kondisi stabil.
b. Frekuensi relatif dari seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan.
Probabilitas berdasarkan pendekatan ini sering disebut sebagai probabilitas emperis. Nilai probabilitas ditentunkan melalui percobaan, sehingga nilai probabilitas itu merupakan limit dari frekuensi relatif peristiwa tersebut.
3. Pendekatan Subjektif
Probabilitas adalah sebaga tingkat kepercayaan individu atau kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta atau peristiwa masa lalu yang ada atau berupa terkaan saja.
Secara umum statiska adalah penalaran induktif walaupun dalam beberapa hal ada juga yang menggunakan penalaran deduktif. Ada yang beranggapan bahwa statistika merupakan bagian dari ilmu matematika yang membahas rumus untuk mengumpulkan, menggambarkan atau menyajikan, menganalisis, dan mengiterpretasikan data kuantitatif (Webster Collegiate Distionary). Statistikawan murni, mereka tidak mengakui bahwa statiska sebagai dari bagian matematika.
Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu.
Contoh :
Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.
Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunanya. Statiska menurut dibagi dua bagian menurut tingkat pekerjaan yang dapat dilakukan denagan metode yang telah disediakan oleh setiap bagian itu. Bagian Itu adalah statiska deskriptif dan statiska induktif.
Statiska deskriptif merupakan metode-metode yang berkaitan pengumpuan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna.
Statiska induktif merupakan mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai kesuruhan.
Contohnya :
Misal keadaan cuarah hujan di malang telah dicatat selama kurun waktu 30 tahun terakhir. Sembarang nilai yang menjelaskan data tersebut, misalnya saja curah hujan bulan februari selama 30 tahun terakhir,adalah 4,6 cm, maka ini disebut statistika deskriptif. Tetaoi jika dikatakan data tersebut adalah pada bulan februari tahun depan diharapkan 4,5 cm dan 4,7 cm, maka ini disebut statistika induktif.
b. Definisi probabilitas
Probabilitas sering diterjemahkan dalam kata peluang. Probabilitas adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa tertentu. Teori probabilitas sangat lu s penggunaannya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kalangan ilmuan. Sering kita mendengar perkataan mungkin dia sakit; kemungkinan besar hari akan hujan; mungkin saya bisa mendapat nilai A dalam pelajaran Statiska, dan sebagainya. Perkataan-perkataan kemungkinan tersebut di dalam teori probabilitas diterjemahkan menjadi angka-angka sehingga untuk selanjutnya dapat diolah dengan menggunakan Matematika. Teori probbabilitas ini sering digunakan oleh para pengambil keputusan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya atau apa yang harus dipilih. Definisi probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif dan pendekatan subjektif.
1. Pendekatan Klasik
Menurut pendekatan klasik, probabilitas diartikan sebagai hasil banyaknya peristiwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin
2. Pendekatan Frekuensi Relatif
Menurut pendekatan frekuensi relatif, probabilitas dapat diartikan sebagai berikut:
a. Proporsi waktu terjadinya suatu peristiwa dalam jangka panjang, jika kondisi stabil.
b. Frekuensi relatif dari seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan.
Probabilitas berdasarkan pendekatan ini sering disebut sebagai probabilitas emperis. Nilai probabilitas ditentunkan melalui percobaan, sehingga nilai probabilitas itu merupakan limit dari frekuensi relatif peristiwa tersebut.
3. Pendekatan Subjektif
Probabilitas adalah sebaga tingkat kepercayaan individu atau kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta atau peristiwa masa lalu yang ada atau berupa terkaan saja.
Komentar
Posting Komentar